Get this widget!

Jumat, 04 November 2016

Tips Merawat Kenari Agar Cepat Gacor

By on 04.39

Tips Merawat Kenari Agar Cepat Gacor


Dalam kesibukan berhobi khususnya memelihara aneka macam jenis burung berkicau, pasti ada suatu hal yang menjadi tujuan utama sekaligus impian dari setiap pemiliknya. Sehubungan dengan itu, salah satu perihal yang paling dinanti oleh para penghobi selaku pemelihara burung berkicau tersebut adalah dimana saat si pengicau bisa lekas gacor dengan suara yang lantang, merdu, dan bervariasi. Dan keinginan untuk memperoleh burung yang berkemampuan gacor mumpuni, tidak hanya didambakan oleh pemilik burung tertentu seperti murai batu, kacer, cucak ijo, lovebird, atau pleci misalnya. Akan tetapi hampir semua kicau mania, khususnya kenari mania, tentu menginginkan momongan andalannya bisa gacor se segera mungkin.

                                                          Hasil gambar untuk kenari
Terlepas dari itu, para kicau mania yang ingin mencetak aneka macam jenis burung kicauan supaya bisa memiliki kemampuan gacor yang bagus, kebanyakan pasti memulainya dari merawat burung yang masih bakalan. Begitupun para kenari mania, dimana hampir semuanya pasti akan berusaha semaksimal mungkin guna memperoleh burung yang berkualitas khususnya pada segi kicauan, dan itupun akan dilakukan mulai dari burung kenari masih berusia muda atau bakalan. Dan untuk memoles atau lebih tepatnya merawat kenari agar cepat gacor ngerol, tentu bukanlah perkara yang instan. Selain pemilihan terhadap bakalan atau bahan yang bagus, proses perawatan kenari gacor yang diberikan juga menjadi kunci utama atas keberhasilan.
Disamping merawat kenari yang dilakukan dengan cara pengaturan pada pola perawatan kenari bakalan harian yang diberikan, supaya lebih maksimal sebenarnya tidaklah hanya fokus terhadap rawatan yang umum saja, seperti pemberian pakan, pemandian, dan penjemuran misalnya. Akan tetapi beberapa rawatan kenari tambahan lainnya juga sangat berdampak besar bagi tingkat keberhasilannya. Dan adapun perawatan tambahan yang bisa diberikan pada kenari guna menunjang kemampuan berkicaunya, antara lain yaitu dengan penempatan peng-gantangan yang tetap, pengaturan suhu lingkungan yang sesuai, dan pemberian pemasteran atau pelatihan kicau yang rutin dan konsisten. Untuk lebih lengkapnya lagi, simak cuplikan berikut;
Menggantang Sangkar Secara Terpisah
Burung yang sudah memiliki suara bagus atau lebih tepatnya sudah jadi, pastinya akan kurang baik jika digantang bersamaan dengan burung yang masih bakalan ataupun yang belum jadi dalam suatu tempat yang sama. Pasalnya apabila kenari yang sudah master, seringkali mendengar suara kenari bakalan maupun yang masih belum jadi, maka hal yang sangat dikhawatirkan adalah kalau nantinya kemampuan berkicau burung tersebut jadi menurun karena sering mendengar gacoran yang dihasilkan oleh bakalan atau burung yang belum jadi.
Disamping itu, hampir sama halnya dengan burung kenari yang masih bakalan atau bahan. Dimana kalau sejak dini ia sudah dicampur dengan burung yang sudah master gacor atau jadi, maka dampak yang kurang baik adalah ketika hal ini justru akan memaksakan kemampuannya untuk merekam suara burung yang sudah jadi, dan itupun malah akan cenderung kurang bagus untuk tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, supaya hasil yang diperoleh tidak berbeda jauh dengan seperti apa yang diharapkan, maka ada baiknya jika selalu memperhatikan perawatan kenari bakalan agar cepat gacor.
Memperhatikan Suhu Lingkungan dan Mengkerodong Pada Malam Hari
Merawat kenari agar cepat gacor, tidak hanya dengan memberikan pakan-pakan terbaik ataupun setelan tambahan lainnya. Akan tetapi, memperhatikan suhu lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh bagi kesehatan dan juga performa-nya saat berkicau. Oleh sebab itu, ada baiknya kalau sebisa mungkin burung setiap harinya mendapatkan udara yang sejuk. Selain itu, supaya suhu badan burung tidak terlalu berlebihan atau kepanasan, maka usahakan untuk tidak memberikan pencahayaan lampu yang terlalu terang pada malam hari, tapi berikan pencahayaan lampu yang sekiranya cukup bisa membuatnya hangat dan bukan untuk membuat burung jadi kepanasan.
Meskipun masa mabung burung kenari umumnya hanya akan terjadi pada musim kemarau dan itupun akan membutuhkan waktu selama 2 bulan, akan tetapi suhu panas yang berlebihan juga banyak diyakini bahwa dapat memicu terjadinya masa mabung terhadap burung. Karena itu, supaya burung tidak jadi mabung yang mana tidak tepat pada waktunya, maka sangat baik jika selalu memperhatikan suhu di sekitarnya. Terlepas dari itu, untuk menghindari suhu dingin yang banyak diyakini bisa membuat burung menjadi sakit-sakitan, hal yang bisa dilakukan adalah dengan mengkerodong-nya setiap sore menjelang malam hari.
Rutin dan Konsisten Dalam Melakukan Pemasteran atau Mastering
Memberikan pemasteran atau mastering, juga merupakan salah satu cara untuk merawat kenari agar ngerol. Memaster sendiri, bertujuan untuk memoles kemampuan burung dalam berkicau dengan cara memberikan isian master yang nantinya akan direkam oleh burung bakalan dan kemudian ditirukan olehnya. Untuk pemilihan isian master sendiri, bisa dengan suara yang dihasilkan oleh burung sejenis maupun lain jenisnya yang memiliki tipikal suara senada. Dan pemasteran tidak hanya bisa dengan penggunaan burung jadi aslinya saja. Tetapi juga tetap bisa terlaksana meskipun hanya menggunakan suara kenari MP3 ataupun rekaman kicaun jenis burung lainnya.
Sedangkan untuk pelaksanaannya, tidak ada acuan jam tertentu. Namun secara umum, burung akan terlihat seperti sedang beristirahat dan tenang saat di sore hari, di waktu inilah bisa diandalkan untuk memberikan isian master yang telah disiapkan. Selain itu, sore hari juga banyak dipercaya bahwa diluar masa aktif burung, sehingga kemungkinan ia akan lebih fokus ketika diperdengarkan suara masteran, baik itu dari burung asli ataupun yang dihasilkan oleh media audio MP3. Supaya memperoleh hasil yang maksimal dimana burung kenari lekas ngerol, maka ada baiknya jika pemasteran dilaksanakan secara rutin, teratur, dan konsisten setiap harinya.
Memberikan Pakan Kenari yang Tepat
Rawatan kenari cepat gacor, yang paling berpengaruh pada keberhasilan yaitu terletak pada pemberian pakan. Kalau ia hanya diberikan asupan yang biasa-biasa saja, maka otomatis penampilannya pun juga akan biasa saja. Oleh karena itu agar kenari jadi lebih menjanjikan dimana ia lekas rajin buka paruh dengan suara yang lantang, merdu nan bervariasi, ada baiknya jika selalu memberikan pakan kenari yang terbaik. Selain itu, sangat bagus apabila selalu memperhatikan kecukupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang burung.
Kalau berbagai kebutuhan nutrisi seperti vitamin dan protein misalnya, sudah terpenuhi dengan sempurna, maka niscaya kenari tersebut akan segera memiliki penampilan yang mumpuni terutama dalam hal berkicau. Selain itu, kecukupan nutrisi yang sempurna juga dapat berpengaruh besar terhadap kesehatan burung. Dengan kata lain, ketepatan pakan adalah kunci utama untuk memperoleh burung yang memiliki kemampuan gacor ngerol yang menjanjikan, sekaligus kesehatan yang bagus.

Kamis, 03 November 2016

Cara Mengatasi Kacer Macet Bunyi

By on 05.20
Mengatasi Kacer Macet Bunyi

Sebagai burung petarung sejati (fighter), kacer memiliki nyali cukup tinggi ketimbang jenis burung non-fighter. Hal ini pula yang mengundang ketertarikan kicaumania untuk memeliharanya. Apalagi gaya tarung dan suaranya yang nyaring. 

Namun segarang apapun penampilannya, tidak sedikit kacermania yang mengeluhkan burungnya lantaran berhenti berkicau alias macet bunyi. Macet bunyi bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Tips penanganan kacer macet bunyi berikut ini semoga bisa menjadi solusi bagi Anda yang sedang atau kelak mengalaminya.
                                                                 Image result for kacer
Anda pasti sepakat! Perawatan burung kicauan butuh perhatian dan konsistensi (rutinitas) dalam perawatan setiap harinya. Burung yang kemarin dan hari ini gacor, bisa macet bunyi, jika Anda alpa beberapa hari dalam memberikan perawatan yang memadai.
Apalagi jika yang dipelihara adalah burung fighter seperti kacer. Lalai sedikit saja memberikan rawatan harian yang biasa diterapkan, bisa menyebabkan perubahan pergorma (penampilan), bahkan bisa macet bunyi.
Jika kacer mengalami macet bunyi, perhatikan apa penyebabnya. Bisa saja burung sedang memasuki masa mabung alaminya. Tapi jika hal ini terjadi di luar masa mabungnya, kemungkinan besar kacer mengalami stres, mental yang ngedrop, sakit, atau akibat perawatan yang kurang tepat.
Umumnya, kacer yang mengalami masalah tersebut akan menunjukkan beberapa perilaku negatif, misalnya kurang nafsu makan, gerakan menjadi lamban alias kurang aktif, dan bulu-bulunya tampak kusam.
Kacer macet bunyi akibat stres biasanya disebabkan sangkar terjatuh, atau bisa juga diganggu / diserang binatang lain (ular, kucing, musang, dll). Pada kondisi tersebut, kacer akan mengalami trauma dan cenderung menjadi tidak tenang, serta terus-menerus merasa gelisah.
Kacer macet bunyi akibat mental ngedrop biasanya terjadi saat dan usai dilombakan. Ini disebabkan burung belum siap bertarung, namun dipaksakan oleh pemiliknya.
Beberapa kacer muda, meski awalnya hebat, kerap mengalami peristiwa seperti ini. Mentalnya mudah jatuh ketika berhadapan dengan kacer-kacer yang umurnya lebih mapan. Pada kondisi inilah, kacer sangat rentan macet bunyi.
Seperti disebutkan di atas, perawatan kurang tepat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kacer berhenti bunyi. Misalnya, terjadi perubahan pakan secara mendadak, terutama pakan tambahan / extra fooding (EF) di luar kebiasaannya.
Selain perawatan harian, kacer yang terganggu kesehatannya pun sangat rentan mengalami macet bunyi. Gangguan pada tenggorokan atau pernafasan paling sering dialami kacer sehingga berhenti berbunyi.
Awalnya “hanya” serak, kemudian berlanjut macet bunyi. Karena itu, penanganan dengan obat-obatan secara tepat harus diterapkan sebelum keadaannya menjadi bertambah parah.
Untuk mengatasi kacer macet bunyi yang disebabkan salah penanganan / perawatan, maka beberapa terapi berikut ini bisa diaplikasikan pada burung kesayangan Anda:
  1. Pindahkan kacer ke tempat yang lebih sejuk dan tenang.
  2. Embunkan burung pagi-pagi hari sekali di tempat yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung.
  3. Berikan multivitamin untuk mengkondisikan burung agar memiliki stamina cukup. Syarat burung agar mau berkicau adalah dalam kondisi fit.
  4. Berikan EF jangkrik secara rutin setiap hari, dengan porsi 4-5 ekor. Jika memungkinkan, kroto bisa diberikan sekali seminggu.
  5. Putarkan beragam audio terapi yang bisa membantu merangsang kacer agar mau berkicau lagi.
  6. Setelah kacer menunjukkan perubahan yang membaik, berikan pelatihan dengan menggunakan burung kacer lainnya yang bermental kurang bagus, atau biasa disebut kacer untulan. Hal ini dapat memberikan rangsangan dan mengangkat mentalnya.
  7. Secara bertahap, perawatan kembali diberikan seperti biasanya.
Bagaimana kalau kacer macet bunyi akibat gangguan tenggorokan atau pernafasan? Tentu penanganannya berbeda dari tips sebelumnya. Dalam hal ini, suka nggak suka, terapi obat menjadi solusi...
Itulah beberapa tips mengenai bagaimana cara mengatasi burung kacer yang macet bunyi, disesuaoan berdasarkan faktor penyebabnya.

Minggu, 30 Oktober 2016

Tips Merawat Cucak Jenggot Agar Cepat Gacor

By on 05.26
Memiliki burung yang gacor adalah suatu keharusan bagi pecinta burung, mempunyai Cucak Jenggot gacor akan sangat membuat pemiliknya bahagia terutama saat mendengar besetannya yang tajam.
                                                          Image result for cucak jenggot
Tips Perawatan Harian Cucak Jenggot
Melakukan pengembunan pada burung cucak jenggot, bisa dengan cara mengeluarkan burung pagi-pagi hari sekali sekitar pukul 5. Setelah itu burung langsung dimandikan menggunakan Shampo Jatijajar karena Shampo Jatijajar ini dapat membantu melembutkan bulu pada burung. Semprotkan air yang sudah dicampurkan Shampo Jatijajar pada burung hingga basah kuyup dan diangin-anginkan sekitar 15 menitan baru setelah itu dikerodong (fungsi kerodong disini maksudnya untuk menghindari burung terkena sinar matahari dulu) atau bisa juga langsung diangin-anginkan di dalam rumah kalau burung tidak terbiasa di kerodong. Buka kerodong sebelum jam 8 pagi atau bisa juga dengan mengeluarkan burung sebelum jam 8 untuk dijemur.
Seperti diketahui, mandi malam pada beberapa spesies burung kicauan mampu mendongkrak performa suaranya. Bahkan beberapa jenis burung yang rutin diterapi mandi malam ternyata mampu memberikan hasil cukup positif dalam penampilan dan suara kicauannya, misalnya jenis punglor seperti anis merah dan anis kembang, atau burung cendet.
Terapi mandi malam secara rutin juga bisa diterapkan pada burung cucak jenggot, terutama burung yang masih dalam kondisi bakalan / muda hutan, juga pada burung yang mengalami macet bunyi. Untuk memberikan hasil maksimal, mandi malam juga perlu diikuti treatment lain seperti pemberian pakan yang tepat. Itu semua harus dilakukan agar burung peliharaan kita mau berbunyi dengan rajin.
Mandi malam secara teratur
Burung cucak jenggot yang masih dalam kondisi bakalan / muda hutan maupun yang dalam kondisi macet bunyi bisa diberikan terapi mandi malam dengan menggunakan Shampo Jatijajar sampai basah kuyup secara rutin selama beberapa hari. Mandi malam bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, tergantung kebiasaan burung. Misalnya mandi semprot, atau memasukkan burung ke dalam karamba mandi. Waktu memandikan bisa dilakukan antara pukul 19.00–20.30 malam hari selama 10–20 menit. Setelah dimandikan, burung diangin-anginkan di dalam ruangan yang terang. Agar burung tetap terlihat sehat, tidak salahnya sangkar dan kerodongnya pun dicuci dengan Shampo Jatijajar karena Shampo Jatijajar ini bisa membunuh kuman dan kutu pada sangkar burung, itu semua bisa membantu burung terjaga dari segala penyakit dan bakteri.
Pemberian Pakan Tambahan
Selain mandi malam, ada hal lain yang bisa membantu meningkatkan performa suara cucak jenggot, yaitu pemberian pakan tambahan. Ada dua model pakan tambahan yang bisa diberikan, yaitu :
Potongan jahe yang dimasukkan ke dalam perut jangkrik
Jika burung cucak jenggot menggemari jangkrik, Anda bisa mencoba cara ini. Masukkan jahe yang dipotong kecil-kecil (seukuran voer burung) ke dalam bagian perut jangkrik, sebelum jangkrik diberikan kepada burung.
Pemberian jangkrik dilakukan ketika burung sedang dianginkan usai mandi malam.
Memberikan pakan racikan
Kalau Anda repot, cara kedua ini bisa diterapkan, yaitu memberikan racikan khusus kepada cucak jenggot.
Bahan-bahan :
  • Telur bebek mentah (diambil putih telur saja).
  • 2 sendok makan kroto segar yang bersih (dipisahkan semutnya)
  • 1 potong buah apel, kemudian diparut atau ditumbuk hingga halus.
Cara membuat:
Semua bahan dicampur hingga menyatu dengan menggunakan blender atau diaduk menggunakan sendok.
Cara penyajian:
Berikan 1 sendok teh saja ketika burung sedang diangin-anginkan usai menjalani mandi malam.
Setelah diberi racikan khusus, burung di kerodong untuk beristirahat hingga dikeluarkan pada pagi harinya untuk tujuan pengembunan. Lakukan secara rutin hingga burung Cucak Jenggot anda menjadi lebih gacor dan rajin bunyi. “Selamat Mencoba” 

Cara Mengatasi Lovebird Over Birahi

By on 04.52
Cara Mengatasi Lovebird Over Birahi

Mengatasi masalah burung yang mengalami over birahi adalah suatu hal yang tentunya sudah tidak asing lagi. Kenapa saya bilang sudah tidak asing? Yah karena pada umumnya semua burung akan mengalami yang namanya birahi berlebih atau over dan tidak terkecuali burung lovebird. sama seperti burung lainnya seperti kenari, murai batu dan lainnya, lovebird  juga akan menemukan di mana burung akan mengalami birahi yang sangat over, oleh sebab itu sobat tidak perlu cemas dan tetap tenang.

Harus sobat tahu over birahi adalah kondisi di mana  burung mengalami daya seksual (Libido) yang mudah sekali meningkat, ntah itu di sebabkan karena rangsangan oleh lovebird lain ataupun karena terlalu banyak mengkonsumi pakan yang berprotein tinggi. Cara mengatasi lovebird over birahi ini terbilang gampang gampang susah, ada yang berhasil dan ada juga yang masih gagal, namun apa salahnya jika sobat mencoba tips tips lain yang masih banyak dan sudah di sediakan di internet.


Nah untuk sobat yang sedang beternak lovebird tentunya akan sangat merepotkan sekali karena akan membuat dampak yang sangat negative bagi sobat, di mana indukan lovebird akan sering keluar sarang dan malas untuk melolohkan anakannya atau indukan sering menyerang pasangan nya, kemudian  untuk mengatasi lovebird over birahi ini sobat harus tahu ciri dan prilaku burung yang sedang mengalami over pada birahi, berikut ini ciri lovebird yang sedang mengalami birahi berlebih

                                                            Image result for lovebird over birahi

Ciri Lovebird over birahi
  • Ciri pertama burung terlihat sering mencabuti bulunya.
  • Kemudian burung sering terlihat mengawini tangkringan di dalam sangkarnya.
  • Lovebird terlihat sangat galak dan agresif.
  • Lalu, burung tidak akan berbunyi dan jika berbunyi akan sangat jarang.


Nah untuk lovebird yang sedang over birahi ketika sedang beternak, sobat bisa melihat cirinya di bawah ini,
  • Lovebird akan sering menyerang pasangannya
  • Burung akan sering meninggalkan sarangnya meski sedang meloloh anakannya,
  • Sering membuang telur yang berada di dalam sarang atau mengacak ngacak sarang.


Kemudian setelah mengetahui ciri di atas dan ternyata lovebird sobat memiliki ciri tersebut, berarti burung sobat sedang mengalami over birahi, dan untuk cara mengatasi lovebird birahi kami akan memberikan sedikit informasi untuk sobat, berikut ulasannya.

Cara Mengatasi Lovebird Over Birahi


1. Ganti Pakan Lovebird
Untuk mengatasi masalah pada lovebird yang sedang mengalami birahi yang over sebaiknya ganti dan hindari jenis makanan seperti,
  • Kangkung
  • Jagung Muda, dan
  • Biji kuaci

Ke tiga jenis makanan tersebut mengandung protein tinggi yang dapat membantu lovebird mengalami proses birahi secara cepat. Jadi ketika burung sedang mengalami birahi over sebaik nya hindari makanan tersebut. memang benar kangkung, jagung muda dan biji kuaci dapat meningkatkan birahi dan mempercepat masa perkawinan, namun apabila makanan tersebut di berikan pada burung yang sedang mengalami masa birahi berlebih atau sedang bertelur maka secara otomatis indukan akan selalu keluar sarang dan tidak mau mengerami telurnya dan juga terkadang bisa membuang telur yang ada di dalam sarang.

Dan cara yang efektik mengatasi lovebird over birahi yang tepat dalam kasus ini adalah dengan membuang atau mengganti ke tiga jenis pakan tersebut dengan jenis pakan lain. Seperti pakan eeg food ketika sedang merawat anakan lovebird atau sedang masa pengeraman.


2. Mandikan Burung
Kemudian perawatan selanjutnya adalah dengan memandikan burung, cara ini umum di lakukan oleh semua jenis burung seperti megatasi kenari over birahi, murai batu over birahi  dan tidak terkecuali lovebird.  dan durasi memandikan lovebird usahakan jauh lebih lama jika di banding hari biasa dan tingkatkan pemandiannya misalnya jika sehari satu kali saja setiap pagi, kali ini lakukan 3 kali dalam sehari setiap pagi siang dan sore hari.

Dan jangan di paksa burung untuk mandai ketika malam hari, di khawatirkan burung malah sakit karena berbeda burung berbeda pula karakternya.

                            
3. Kurangi Penjemuran Burung
Selanjutnya dalam mengatasi burung lovebird over birahi dengan mengurangi durasi penjemuran lovebird. jika tadi proses pemandian di tingkatkan lain halnya dengan proses penjemuran yang malah di kurangi durasinya. Jika biasanya penjemuran di lakukan sekitar 1 sampai 2 jam maka ketika lovebird mengalamai OB sebaiknya kurangi hingga 15 atau 20 menit lama penjemuran. karena lamanya penjemuran dapat meningkatkan Ob pada burung lovebird.


4. Pindahkan Burung di Kandang Umbaran
Lalu pindahkan lovebird kekandang umbaran, lakukan pengumbaran pada burung agar burung merasa lebih fres dan bebas bergerak serta tidak gampang stress ketika burung sedang mengalami OB tinggi. Kandang umbaran bisa sobat buat menggunakan besi atau kawat dan memiliki ukuran yang lebih besar.

Rabu, 26 Oktober 2016

Tips Menjaga Kondisi Burung Kacer Agar Tetap Stabil

By on 01.53
Tips Menjaga Kondisi Burung Kacer Agar Tetap Stabil
Burung kacer dikenal rentan mengalami perubahan, baik akibat perbedaan perlakuan / perawatan maupun lantaran sifat / karakternya. Beberapa perubahan tersebut terkadang membuat senang pemiliknya, karena kacer mendadak gacor. Tidak sedikit pula perubahan yang membuat galau sang pemilik, terutama ketika burung menjadi sering salto atau bahkan mbagong. Berikut ini tips menjaga kondisi burung kacer agar tetap stabil.
                                                         Image result for burung kacer
Walaupun kacer memiiliki sifat mudah berubah perilakunya, namun jenis burung ini cukup laris manis di pasaran.
Burung kacer yang dikenal sobat-sobat kicaumania di Indonesia terdiri atas kacar dada putih / kacer poci dan kacer dada hitam / kacer hitam.
Jenis kacer yang disebut terakhir banyak dipelihara dan/atau dilombakan di Kalimantan. Adapun kacer poci umum dipelihara dan/atau dilombakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan.
Perawatan keduanya tidak jauh berbeda, namun sebagian kicaumania berpendapat bahwa kacer poci lebih rentan mengalami perubahan perilaku.
Untuk menjaga agar kondisinya tetap stabil, terutama kondisi fisik, emosi, dan mental, maka diperlukan perawatan secara teratur setiap harinya. Adapun beberapa contoh perubahan perilaku yang paling sering terjadi pada burung kacer, antara lain:
  • Macet bunyi, padahal sebelumnya sangat rajin berbunyi.
  • Burung cenderung kembali liar / giras, padahal sebelumnya sudah jinak.
  • Burung menjadi sering salto.
  • Burung mulai sering mbagong / mbalon.
Beberapa perubahan perilaku itu sangat berkaitan dengan pola perawatan harian dan pakan yang diberikan. Karena itu, perhatikan beberapa tips perawatan berikut ini agar kacer tidak mengalami perubahan-perubahan tersebut.
1. Konsisten dalam perawatan
Perawatan harian harus dilakukan secara teratur dan konsisten. Jika kacer sering dimandikan pada pagi hari, maka lakukan hal yang sama setiap harinya. Demikian pula pakan utama dan pakan tambahannya, harus diberikan sesuai dengan kebiasaannya selama ini.
2. Jangan terlalu sering ganti sangkar
Kalau Anda terlalu sering mengganti sangkar, maka burung kacer yang menghuninya mudah stres. Dalam berbagai kasus, burung akan menjadi sering salto. Kebiasaan itu akan sulit dihilangkan, meski sangkarnya dianggap nyaman.
Apabila terpaksa ingin menggantinya dengan sangkar baru, cara yang terbaik adalah memindahkan burung beserta tenggeran / tangkringan dan tempat pakan dan tempat air minumnya ke dalam sangkar yang baru, bahkan dengan posisi yang sama seperti pada sangkar lama.
Dengan demikian, burung tidak akan mudah stres dan tetap aktif bunyi. Beberapa hari kemudian, setelah burung beradaptasi, maka tenggeran maupun tempat pakan / air minum bisa diganti sesuai keinginan Anda.
3. Jangan sering berpindah tempat gantangan
Dalam perawatan hariannya, penempatan sangkar sangat berpengaruh terhadap perilaku kacer. Apabila sangkar digantang di tempat nyaman, sejuk, dan sedikit berisik (misalnya dekat air mengalir, jauh dari keramaian), burung pun cenderung rajin berbunyi.
Namun jika tempat gantangan sering berpindah-pindah, misalnya beberapa kali sehari, maka perilaku kacer akan cenderung berubah. Burung rentan mengalami stres, salto, bahkan mbagong.
Perlu diketahui, kacer merupakan burung teritorial yang kurang aktif. Ini berbeda dari pleciyang suka berpindah-pindah tempat. Jika terlalu sering memindahkan sangkar di tempat berbeda setiap harinya, tentu akan mengganggu kondisi mental burung kacer tersebut.
4. Menjaga emosi
Menjaga emosi merupakan hal yang paling sulit, terutama bagi para pemula yang selalu penasaran ingin mengamati penampilan burungnya. Mengadu kacer yang masih belum siap tentu bisa mengganggu kondisi fisik dan mentalnya. Jika dipaksakan, kacer pada akhirnya akan mengeluarkan jurus ampuhnya: mbagong / mbalon.
Menjaga emosi kacer bisa dilakukan dengan menjauhkannya dari burung sejenis maupun burung tipe fighter lainnya seperti murai batu. Usahakan agar kacer tak melihat maupun mendengar suara kicauan burung sejenis atau burung fighter lainnya.
Dengan alasan itu pula, sebaiknya jangan terlalu sering menggunakan kaca cermin di depan burung kacer, lantaran penasaran ingin tahu seperti apa penampilannya.
Itulah empat tips singkat menjaga kondisi kacer agar tetap stabil yang bisa dilakukan dalam rawatan harian. Semoga kacer Anda makin rajin berkicau serta memiliki karakter dan mental yang lebih baik.